Sabtu, 21 Oktober 2017  

Situs LIPI »   Blog LIPI »  

foto
» Profil
» Publikasi
» Kegiatan
» Berita
» Perjalanan LN
» Tamu
» Afiliasi
  »   Pusinov
  »   Kelompok riset
  »   Laboratorium
  »   Grup diskusi :
PUSINOV |
»
      tidak ada...
» Tautan favorit
  »   Intra LIPI
  »   Info LIPI
» Statistik
  »   14 artikel
  »   17 komentar
  »   8.716 kali diakses
  »   2 kali dikirim
  »   431 kali dicetak
» Syafrizal Maludin ISSN 2086-5252 halaman depan »

» Daftar artikel di kategori yang sama

Pemanfaatan TIK Bagi kaum Ibu Indonesia
Dibuat : 21/12/16 (23:39 WIB)
Revisi terakhir : 22/12/16 (10:07 WIB)
URL pendek : http://u.lipi.go.id/1482338349

Ibu yang sudah bercucu biasanya gemar menceritakan sejarah masa kecil anak-anaknya, bagaimana masa-masa mengandungnya, bagaimana proses kelahirannya, kelakuan lucu dan nakal anak-anaknya. Tidak lupa masa-masa kritis anak-anaknya mendaftar ke perguruan tinggi dan menjelang kelulusannya. Umurnya yang sudah sepuh membuatnya kadang terlupa bahwa cerita itu sudah disampaikan berkali-kali.

Pemanfaatan Alat Komunikasi Cerdas

Dengan semakin tingginya tuntutan tanggung jawab dalam pekerjaan ditambah dengan waktu perjalanan dari rumah menuju tempat kerja yang lama, maka penggunaan alat komunikasi cerdas menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan regular kantor maupun rumah. Belajar dari “Whatsapp Management” yang dilakukan yang saat ini menjadi bagian dari kegiatan di kantor, maka penggunaan grup untuk keluarga juga terasa manfaatnya. Misalnya informasi tambahan tugas belajar di sekolah yang menyebabkan seorang anak terlambat sampai dirumah sampai pada penujukan penugasan tertentu pada anggota keluarga untuk memasak atau mencuci. Teknologi mempermudah ibu dalam pekerjaan di kantor dan mengatur rumah tangganya. Toko online dan business integrator, membantu dalam pemenuhan belanja bulanan atau kebutuhan tertentu. Pengguna bisa memilih barang secara online, mendapatkan informasi yang diinginkan melalui kolom diskusi atau bisa juga mendapatkan testimony dari yang sudah menggunakan produknya. Belajar juga dari yang saat ini biasa dilakukan di institusi, maka “helicopter Parenting” dimana manajer kerap berada di luar kantor, maka pemasangan fitur Apps untuk transportasi, makanan dan e-wallet menjadi bagian penting dalam kegiatan sehari-hari. Disamping dengan melakukan belanja online dan penggunaan e-money, Amazon Go berencana menawarkan cara belanja baru dengan moto No Lines, No Check out. No, seriously.

Screen-off Time

Seperti dalam proses alih teknologi, maka pemahaman terhadap teknologi tertentu dalam mempermudah suatu kegiatan. Technological change akan menjadi beban jika pengguna tidak merasa memiliki atas solusi teknologi. Aplikasi solar energi pada daerah perbatasan atau pemanfaatan energi panas bumi untuk energi dan kumbung jamur akan berjalan sepanjang program dan perlahan terhenti setelah program dan laporannya rampung. Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi tersebut tidak terlepas dari kecermatan dalam memanfaatkannya. Bahwa hubungan antar manusia tidak bisa tergantikan dengan kegiatan digital dan hubungan virtual. “Screen off time” yaitu 3 jam tanpa layar tetap terlaksana. Tiga jam tanpa laptop, alat komunikasi cerdas atau televisi. Biasanya saat makan malam atau bersama dalam kendaraan.

Menjejak Pada Tanah

Dari kisah sejarah yang diceritakan berulang-ulang tadi, cobalah untuk menuliskannya dan dikomposisi menjadi surat dan dikirimkan pada cucunya. Tulisan itu juga menjadi jembatan dari pada generasi setelahnya yang tidak mengalami Jakarta dengan Trem, masa pengungsian Agresi Belanda, bagaimana rasanya merantau… dengan siapa dan bagaimana bisa mencapai Jakarta, bagaimana mereka bertemu. Bisa jadi Tragedi Aleppo bisa dihindari dengan tersambungnya jurang antara generasi. Ibu berperan penting dalam pembentukan karakter bangsa. Diawali dengan menimang anaknya dengan lagu-lagu daerah. Membisikan cerita Sakadang Kancil yang cerdik dan Malin Kundang. Kisah yang dicaritakan melekat kuat pada pola pikir dan pola lakunya dimasa dewasa.Ibu berkontribusi signifikan dalam kemajuan ekonomi bangsa. Tidak bisa dipungkiri peran wanita dalam pembangunan perekonomian nasional. Dalam sebuah kegiatan penelitian di daerah pertanian di Tuban, Pameungpeuk, dan Gunungkidul, peran langsung wanita di ladang tidak sangat terasa. Peran ini menjadi semakin besar saat mereka menjadi ibu. Melakukan urusan rumah dan bekerja di ladang menjadi pekerjaan utamanya. Namun peran ini lebih dikenal sebagai “silent contributor” sehingga tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih rendah dan tingkat pengangguran terbukanya masih tinggi. Dalam sebuah kajian Women in Science and Technology in Australia (WISTA) yang dilakukan di the University of Queensland Australia, sebuah potongan tulisan Profesor Eileen Byrne yang menarik mengilustrasikan jika tanaman tidak tumbuh dengan baik, maka kita jarang menyalahkan tanaman melainkan memperbaiki kondisi tanah dengan manambahkan air atau pupuk. Penulis mengarahkan pentingnya lingkungan ekologi dalam tumbuh dan berkembangnya tanaman. Ekologi insitusional berpengaruh dalam pembentukan karakter Ibu. Dengan membawa secercah harapan Ibu, maka Pemimpin, Penegak Hukum, Pengambil Keputusan, dan Pengusaha diharapkan bekerja dengan nurani. Selamat Hari Ibu..

» Artikel terkait :

» Tanggapan :

  • Komentar Anda :
    Setiap komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Penulis. Khusus untuk komentar dari sivitas LIPI yang ditulis melalui halaman BLOG setelah masuk Intra LIPI langsung ditampilkan tanpa perlu persetujuan Penulis.

    Nama :
      (wajib diisi)
    Surat-e pengirim :
      (wajib diisi)
    Situs pengirim : (kalau ada)

    Isi komentar : (tidak diperkenankan memakai kode HTML)
      (wajib diisi)
    Kata-kunci dinamis :   (wajib diisi)     [ lihat disini ! ]
      atau  

» 2 komentar
» 544 kali diakses
» 1 kali dikirim
» 70 kali dicetak
versi cetak »
kirim ke teman »
berbagi ke facebook »
berbagi ke Twitter »
simpan halaman ini »
terjemahkan halaman ini »

Innovation Technolog
Arsip blog dengan kata-kunci :  

PERHATIAN : Seluruh isi blog ini merupakan representasi dari pandangan dan opini personal pemilik blog sebagai bagian dari kebebasan akademis sivitas LIPI, tetapi BUKAN merupakan representasi kebijakan LIPI secara kelembagaan ! Seluruh isi merupakan tanggung-jawab individu pemilik blog, dan LIPI tidak bertanggung-jawab atas isi maupun aneka akibat baik langsung maupun tidak langsung yang ditimbulkannya.
Berbeda dengan blog pada umumnya, identitas penulis di Blog Sivitas LIPI dijamin kebenarannya.
Artikel yang telah mendapatkan tanggapan tidak bisa direvisi oleh penulis.
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2002-2017 LIPI