Sabtu, 25 Maret 2017  

Situs LIPI »   Blog LIPI »  

foto
» Profil
» Publikasi
» Kegiatan
» Berita
» Perjalanan LN
» Tamu
» Afiliasi
  »   P2 SMTP
  »   Kelompok riset
  »   Laboratorium
  »   Grup diskusi :
As-Syar'i | KUM | JF TEKLIT | SMM-LIPI |
»
      tidak ada...
» Tautan favorit
  »   Intra LIPI
  »   Info LIPI
» Statistik
  »   5 artikel
  »   4 komentar
  »   2.958 kali diakses
  »   0 kali dikirim
  »   59 kali dicetak
» Sugiono ISSN 2086-5252 halaman depan »

» Daftar artikel di kategori yang sama

KESELAMATAN BERKENDARA HARUS ANDA LAKUKAN
Dibuat : 21/11/16 (16:37 WIB)
Revisi terakhir : 05/12/16 (17:35 WIB)
URL pendek : http://u.lipi.go.id/1479721053

Ketika anda melaju di jalan tol, samakan lajunya dengan kendaraan-kendaraan lain di sekitar anda, dan jagalah jarak aman sesuai laju kecepatan anda.Jangan lebih lambat, karena akan mengganggu laju kendaraan lain, dan mungkin kendaraan anda akan ditabrak dan andalah biang-keladi tabrakan beruntun.Jangan pula lebih cepat, karena anda akan menabrak kendaraan di depan anda dan andalah biang-keladi tabrakan beruntun itu.Untuk mencegah tabrakan beruntun, maka perhatikan hal di bawah ini.Ketika anda menghentikan kendaraan secara mendadak, pasti ada 3 perisitiwa yang terjadi:1) Anda mestinya tahu alasan untuk berhenti sebagai respon anda memperhatikan keadaan jalan dan lalu lintas.2) Anda harus bereaksi. Waktu reaksi ini berbeda antara satu orang dan lainnya tetapi rata-rata sekitar tiga-per-empat detik. Bayangkan, saat melaju 100 km/jam, maka reaksi tersebut berakhir saat anda pada 21 m, sekitar 5 panjang kendaraan, sebelum anda menginjak pedal rem.3) Kemudian anda menginjak pedal rem agar kendaraan berhenti sempurna.Berapa detik yang diperlukan kendaraan anda untuk berhenti sempurna?Pedoman yang umum adalah 3 detik. Bila hal itu logis, maka waktu tempuh 3 detik tersebut pada kecepatan 100 km/jam menghasilkan 3 x 28 m = 79 m. Oleh sebab itu, sesuai rambu lalu lintas di tol, saat melaju 100 km/jam jarak dengan kendaraan di depan anda minimum 100 m, sehingga saat anda harus berhenti, maka masih leluasa untuk manuver agar terhindar dari tabrakan beruntun. Ingat bahwa jarak total untuk berhenti tergantung pada: laju kendaraan; mutu rem; mutu ban; mutu permukaan jalan; keadaan jalan, apakah di tol atau protokol.AWAS: Saat hujan atau jalan basah, kendaraan tak bisa berhenti sebagaimana saat kering. Jika anda mengerem secara mendadak dan kencang, maka roda akan berhenti dan mulai selip dan meluncur tak terkendali*. Jika hendak melambat atau menghentikan, kocok pedal rem dengan cepat, dan ulangi hingga berhenti atau kecepatan yang dikehendaki. Selalulah melaju pada kecepatan yang mampu anda berhenti pada jarak yang cukup.*Kecuali rem jenis ABS.

Bagaimana cara menjaga jarak aman tersebut? Berikan fasilitas menjaga jarak aman bagi mobil di belakang anda dengan memasang stiker ini, dan anda memanfaatkan kendaraan di depan anda yang memasang stiker yang sejenis.(Lihat foto)Sebagian diambil dari "Speed Limits, Following Distances and Driving Skills"(http://www.gov.pe.ca/photos/original/tpw_dh_chap4.pdf)

» Artikel terkait :

» Tanggapan :

  • Komentar Anda :
    Setiap komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Penulis. Khusus untuk komentar dari sivitas LIPI yang ditulis melalui halaman BLOG setelah masuk Intra LIPI langsung ditampilkan tanpa perlu persetujuan Penulis.

    Nama :
      (wajib diisi)
    Surat-e pengirim :
      (wajib diisi)
    Situs pengirim : (kalau ada)

    Isi komentar : (tidak diperkenankan memakai kode HTML)
      (wajib diisi)
    Kata-kunci dinamis :   (wajib diisi)     [ lihat disini ! ]
      atau  

» 1 komentar
» 634 kali diakses
» 0 kali dikirim
» 6 kali dicetak
versi cetak »
kirim ke teman »
berbagi ke facebook »
berbagi ke Twitter »
simpan halaman ini »
terjemahkan halaman ini »

Arsip blog dengan kata-kunci :  

PERHATIAN : Seluruh isi blog ini merupakan representasi dari pandangan dan opini personal pemilik blog sebagai bagian dari kebebasan akademis sivitas LIPI, tetapi BUKAN merupakan representasi kebijakan LIPI secara kelembagaan ! Seluruh isi merupakan tanggung-jawab individu pemilik blog, dan LIPI tidak bertanggung-jawab atas isi maupun aneka akibat baik langsung maupun tidak langsung yang ditimbulkannya.
Berbeda dengan blog pada umumnya, identitas penulis di Blog Sivitas LIPI dijamin kebenarannya.
Artikel yang telah mendapatkan tanggapan tidak bisa direvisi oleh penulis.
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2002-2017 LIPI